NEWSTICKER
Home / Bidang Penyuluhan / KOSTRATANI, KUATKAN KELEMBAGAAN BPP

KOSTRATANI, KUATKAN KELEMBAGAAN BPP

Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostra Tani) merupakan salah satu program Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo yang akan memperkuat fungsi penyuluhan pertanian sebagai ujung tombak pemantauan kondisi lapangan. Kostra tani adalah pusat kegiatan pembangunan pertanian tingkat kecamatan, yang merupakan optimalisasi tugas, fungsi dan peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional. Harapan Menteri Pertanian, dengan adanya program Kostra Tani ini diharapkan dapat membangun peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di tingkat kecamatan semakin menguat.

Kostratani dibentuk untuk memperkuat kapasitas BPP dengan melibatkan seluruh petani dan petugas pertanian. Peran BPP diharapkan sebagai :

  • Pusat Data dan informasi Pertanian;
  • Pusat Gerakan Pembangunan Pertanian;
  • Pusat Pembelajaran Pertanian;
  • Pusat Konsultasi Agribisnis;
  • Pusat Pengembangan Jejaring Kemitraan Pertanian.

Tahun 2019 ini ( hingga 6 bulan mendatang ), pemerintah menargetkan penumbuhan 534 komando strategis pembangunan pertanian yang terdiri dari 400 Kostratani, 100 Kostrada, dan 34 Kostrawil. Sedangkan jumlah BPP yang menjadi target percontohan sebanyak 100 BPP di 13 Provinsi sentra pangan dan pertanian lainnya. Termasuk salah satu lokasinya adalah kabupaten Banjar. Untuk Kabupaten Banjar terpilih 3 BPP, yaitu :

  1. BPP Martapura Barat
  2. BPP Gambut
  3. BPP Cintapuri Darussalam.

Ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi untuk BPP menjadi Posko Kostra Tani. Mulai dari lokasi BPP yang strategis, wilayah binaan BPP merupakan daerah sentra padi yang luas, dan berada pada satu kawasan sentra pertanian khususnya budidaya padi. Dilihat dari sisi sumberdaya manusia (SDM), BPP tersebut haruslah mencukupi untuk petugas IT, Admin, Calon Komandan Kostra Tani dan Penyuluh itu sendiri. Setiap BPP, idealnya terdiri dari 8 orang penyuluh. Calon Komandan Kostra Tani dan Wakil Penyuluh tersebut siap dilatih untuk operasional Kostra Tani.

Namun paling penting adalah kesiapan sarana dan prasarana di BPP tersebut. Mulai dari jaringan listik, telepon dan internet. Adanya Kostra Tani ini juga menjadi bentuk penguatan data dan informasi di BPP.

Penyuluh millenial pun diharapkan ada di dalam BPP yang menjadi Kostra Tani. Sebab regenerasi petani millenial juga menjadi tujuan dari pembangunan pertanian di masa depan. Karakter penyuluh milenial yang
yang inovatif, berinteraksi dengan media sosial, fleksible, punya rasa ingin tahu yang tinggi, dan peka terhadap perubahan harus melekat pada Kostra Tani.

Karenanya, penyuluh dalam Kostra Tani harus mampu menjadi insan yang handal, tekun, dan profesional. Paling penting mereka juga harus melek teknologi agar bisa memberikan ilmunya kepada petani. Penyuluh milenial juga harus selalu meng-update teknologi informasi serta mengusai dan mampu mengoperasionalkan seluruh perangkat system yang dipersiapkan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Penyuluh milenial sekarang memiliki perbedaan dengan penyuluh generasi sebelumnya. Dalam melakukan penyuluhan, selain face to face, bisa teleconference, melalui media social, aplikasi messenger sehingga tidak memiliki ruang batas waktu antara petani dan penyuluh.

Tanggung jawab mendukung pembangunan pertanian juga tidak hanya di wilayah binaan saja, tetapi meluas hingga ke level masyarakat di luar wilayah binaan melalui blog dan komunikasi digital lainnya. Selain bukti fisik untuk penilaian kinerja, jejak digital juga menjadi salah satu bukti kinerja dari penyuluh milenial. Bahkan penyuluh juga dituntut untuk bisa menjadi seorang enterpreneur. kiki

Check Also

Warga Binaan Lapas Narkoba Karang Intan Dilatih Teknologi Usahatani

Enam jenis pelatihan siap dilaksanakan melalui kerja sama antara Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten …