NEWSTICKER
Home / Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura / Plasma Nutfah Jenis Kasturi Di Kabupaten Banjar

Plasma Nutfah Jenis Kasturi Di Kabupaten Banjar

Kalimantan Selatan memiliki keragaman plasma nutfah yang terdiri berbagai jenis flora dan fauna yang hidup di hutan belantara, serta plasma nutfah potensial yang terdapat dalam ekosistem pertanian dan pemukiman. Kabupaten Banjar mempunyai keragaman agroekosistem seperti lahan kering, lahan rawa (pasang surut dan lebak), lahan sawah tadah hujan dan irigasi. Keragaman agroekosistem dan lingkungan sumber daya alam mengakibatkan adanya keanekaragaman plasma nutfah dari berbagai jenis tanaman yang tumbuh di Kabupaten Banjar

Hasil kegiatan inventarisasi plasma nutfah yang telah dilakukan di Kabupaten Banjar menunjukkan bahwa buah-buahan merupakan plasma nutfah yang paling dominan dibanding dengan plasma nutfah lainnya seperti tanaman pangan, perkebunan, sayuran, rempah dan obat, serta umbi-umbian. Mangga merupakan tanaman buah yang mempunyai nilai ekonomi dan potensi cukup tinggi untuk dikembangkan karena mempunyai tingkat keragaman genetik yang tinggi. Plasma nutfah mangga di Indonesia cukup besar dan diperkirakan terdapat 292 kultivar mangga di Indonesia. Di Kalimantan sendiri terdapat 31 jenis tumbuhan mangga dimana 3 diantaranya bersifat endemik, salah satunya golongan Mangga Kasturi (Mangifera casturi Dilmiana ) dari Kalimantan Selatan.

Merujuk pada Keputusan Menteri Dalam Negeri No.48 yang dikeluarkan pada tahun 1989 mengenai Identitas Flora di setiap provinsi, maka Mangifera casturi Dilmiana ditetapkan menjadi Identitas Flora dari Provinsi Kalimantan Selatan. Mangga kasturi kini keberadaannya terancam punah karena jumlahnya yang semakin berkurang, baik dari segi jumlah individu, populasi, ataupun keanekaragaman genetiknya. Mangga Kasturi sudah diklasifikasikan di dalam IUCN Red List Categories pada tanggal 30 November 1994. Adapun tim penilai yang berasal dari World Conservation Monitoring Center pada tahun 1998 sudah memutuskan bahwa Mangifera casturi Dilmiana sudah berada di dalam kategori punah in situ atau Extinct in the Wild (EW). Mangga ini hanya hidup dan tumbuh dengan cara alami di hutan atau daerah konservasi lainnya, akan tetapi keberadaannya sudah tidak lagi ditemukan di habitat aslinya.

Ketika dikonfirmasi ke Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kab. Banjar, Kadis TPH H.M. Fachry mengatakan berdasarkan hasil ekplorasi kami Plasma Nutfah Kasturi yang ada di Kabupaten Banjar terdapat 5 varietas yang memiliki nama tidak hanya satu yaitu : Kasturi Biasa/Kasturi Ungu (Mangifera casturi Dilmiana), Kasturi Mawar/Cuban/Alimawar/Kastuba (Mangifera casturi), Kasturi Palipisan/Kasturi Hijau (Mangifera casturi), Rawa-rawa/Rarawa (Mangifera griffihii), ternyata ada juga jenis kasturi Panjang, hal ini membuktikan bahwa Kabupaten Banjar merupakan salah satu penghasil buah lokal dan buah eksotik khas Banjar, namun saat ini keberadaannya semakin langka. Buah eksotik ini merupakan kekayaan alam kita yang tidak ada di daerah lain, sehingga sangat disayangkan jika lambat laun akan punah, karena tidak dibudidayakan dan pohonnya semakin tua, oleh karena itu kami dari Dinas TPH Kab. Banjar beserta instansi terkait terus melestarikan dan mengembangkan sebagai kekayaan plasma nutfah daerah Kabupaten Banjar.

Nove Arisandi, selaku Petugas Pengkajian Teknologi Pertanian DTPH Kab. Banjar mengatakan kasturi yang ada didaerah sebagai bahan genetik untuk program pemuliaan tanaman mangga. Tahap awal dalam program dalam pemuliaan adalah menyediakan sumber daya genetik dengan keragaman yang luas. ). Keragaman genetik dapat diketahui melalui karakterisasi dan evaluasi. Varietas-varietas unggul masa kini yang dibentuk melalui program pemuliaan atau bioteknologi pada dasarnya merupakan hasil rakitan plasma nutfah dengan menggunakan benih dari sumber daya genetik yang ada, ujar Nove.

Jenis Kasturi yang hanya ada di Kabupaten Banjar dan tidak dimiliki Kabupaten lain di Kabupaten Banjar, yaitu Kasturi Bangkok (Asam Pinari/Hampalam Pinar) dan Kasturi Mawar/Cuban. Kita perlu juga mengenali tampilan morfologi ke 5 varietas kasturi tersebut :

  1. Kasturi biasa mirip dengan buah mangga tetapi berukuran kecil, berbentuk bulat sampai ellipsoid dengan ukuran panjang 5-6 cm, lebar 4-5 cm, dan berat rata-rata diwabah 80 gram. Kulit buah tipis dengan warna hijau terang dengan bintik-bintik berwarna ungu dan apabila masak, kulit buah berubah menjadi ungu kehitaman. Daging buah berwarna oranye gelap, kandungan serat 1,06%, dan memiliki rasa yang manis dan lezat. Sifat yang menonjol dari kasturi adalah aroma buah yang harum sehingga banyak disukai masyarakat Kalimantan Selatan
  2. Cuban merupakan jenis kasturi yang paling jarang ditemui, selain kasturi panjang dan kasturi Bangkok, berbentuk bulat sampai ellipsoid dengan ukuran panjang 6-6,3 cm dan lebar 3 – 4 cm. Kulit buah berwarna merah mawar dan tidak berwarna hitam penuh apabila telah masak. Daging buah berwarna oranye terang, mengandung serat, dan tidak mengeluarkan aroma harum seperti buah kasturi
  3. Kasturi Palipisan memiliki kenampakan mirip dengan buah kasturi, tetapi tidak menimbulkan aroma harum. Buah berbentuk ellipsoid dengan panjang 6-7,2 cm, lebar 3-4,4 cm, dan berat ±66,26 gram. Warna kulit buah hijau dengan bintik-bintik cokelat, bersemburat ungu dan jika telah masak berwarna hijau agak kehitaman serta memiliki banyak getah di bagian bekas tangkai buah. Daging buah berwarna kuning oranye dengan kandungan serat ±1,89%, rasa manis sedikit asam segar dengan aroma persis seperti kasturi
  4. Asam Pinari, kerabat mangga yang bersifat khas dan unik yang memiliki kemiripan dengan buah kasturi (Mangifera casturia Dilmiana) dari segi warna kulit buah yang berwarna hijau muda, ketika masak kulit buah berubah berpinar menjadi merah keunguan seperti kasturi mawar tetapi lebih cerah. Ukuran Asam Pinari lebih besar dari kerabat kasturi lainnya seperti kasturi ungu, kasturi mawar/cuban, kasturi palipisan, dan rawa-rawa sehingga asam pinari disebut juga dengan kasturi bangkok, ukurannya lebih menyerupai hampalam daging secara fisik mempunyai bentuk seperti asam buluh, bulat memanjang antara 7-11 cm, namun tekstur daging buah dan rasanya seperti kasturi
  5. Rawa-Rawa memiliki ukuran paling kecil dibandingkan kasturi lainnya bahkan lebih kecil dari jenis mangga lainnya. Buahnya berukuran sekitar 2 – 3 cm yang memiliki warna ungu kehitaman gelap, berdaging tipis dengan rasa yang sangat manis. Dinamakan rawa-rawa karena buahnya yang banyak bergoyang ketika ditiup angina seolah-olah merawa (menyapa) yang melihatnya, jelas Nove dengan lengkap (Nove)

Check Also

Dampak Wabah Virus Corona, Petani Bunga keluhkan Harga Turun Drastis

Kabupaten Banjar merupakan Salah satu sentra pengembangan Melati di Indonesia bahkan satu-satunya di Provinsi Kalimantan …