NEWSTICKER
Home / Berita Utama / Bupati Banjar kembangkan Padi asal Pakistan

Bupati Banjar kembangkan Padi asal Pakistan

Kebaradaan beras Basmati dikalangan masyarakat menengah keatas semakin hari semakin populer, sehingga permintaan beras khusus semakin meningkat.  Beras tipe Basmati yang selama ini tersedia hanya bisa tumbuh di bagian utara India dan Pakistan, sehingga pemenuhan beras tersebut masih impor dan harganya di Indonesia relatif mahal, terkait hal itu Pemerintah Kabupaten Banjar tertarik untuk mengembangkan beras tersebut.

Rabu 22/01/2020, Bupati Banjar KH. Khalilurrahman bersama Kepala Dinas TPH Kabupaten Banjar yang didampingi Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura dan Kabid Prasarana dan Sarana Pertanian ke Kebun Percontohan Muara Bogor. Kebun ini merupakan kebun percontohan Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Sukamandi Kementan RI.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) berhasil merakit varietas padi khusus tipe Basmati. Perakitan padi unggul beras Basmati telah dilakukan selama 10 tahun sejak tahun 2007 dengan menggunakan plasma nutfah yang ada dan  telah menghasilkan sejumlah rekombinasi persilangan yang potensial menghasilkan galur-galur harapan dengan hasil setara atau lebih tinggi dari padi tipe Basmati.

Ketika dikonfirmasi ke Kadis TPH Kab. Banjar M.Fachry mengatakan bahwa tujuan kunjungan ini adalah terkait adopsi teknologi pertanian dalam hal ini VUB (Varietas Unggul Baru), Karena kita ketahui bersama BB Padi Kementan RI telah melepas Basmati khusus di Indoensia, yaitu Baroma (Basmati Aromatik), oleh karena itu saya bersama pa Bupati melakukan kunjungan untuk mengadopsi Padi Baroma ini agar dapat dikembangkan dan ditangkarkan di Kabupaten Banjar, Mengingat beberapa masakan seperti nasi samen, nasi briyani lebih enak dan cocok memakai beras Baroma, jelas Fachry.

Berdasarkan Informasi dari Dr. Heny Safitri, SP, MP selaku pemulia Padi Di KP Muara Bogor, Baroma (Basmati Aromatik) merupakan hasil persilangan antara  tetua varietas/galur asal Indonesia dengan Basmati asal Pakistan. Prosedur perakitan/pemuliaan menggunakan metode seleksi Pedigree, Bulk, dan seleksi silang berulang. Hasil persilangan tersebut menghasilkan berbagai galur dan dua  diantaranya merupakan galur harapan yang mempunyai sifat agronomis seperti Basmati namun bisa berdaptasi bagus pada ekosistem di Indonesia dengan potensi hasil tinggi. Baroma merupakan varietas padi unggul baru tipe khusus yang memiliki sifat khusus yakni berasnya berbau harum aromatik yang khas, beras agak pera dan ukurannya lebih panjang (1,5-2,0 kali) dibandingkan beras pada umumnya. Keungulan lain beras Baroma potensi hasil bisa mencapai 9,1 t/ha, mempunyai index glikemik yang relatif rendah dengan tekstur tidak pulen, memiliki kadar amylosa cukup tinggi sekitar 26%. Produktivitas varietas Baroma hasil rakitan BB Padi mencapai 8,4 ton per hektare, sementara varietas basmati asli hanya sekitar 5-6 ton per hektare.

Bupati Banjar yang akrab di panggil Guru Khalil, ini merupakan tugas Dinas TPH Kab, Banjar untuk mengembangkan Varietas Baroma agar dapat beradaptasi baik di tipologi lahan di kabupaten Banjar. Karena Baroma Ini merupakan salah satu beras premium yang memilik prosfek yang sangat bagus karena Baroma merupakan beras tipe khusus, ujar beliau. (Nove)

Check Also

PETANI DI KECAMATAN GAMBUT LAKSANAKAN GERAKAN PENGENDALIAN OPT

Di tengah pandemi covid-19, usahatani padi tetap harus berjalan. Pada musim tanam MK. 2020, dimana …