NEWSTICKER
Home / Bidang Penyuluhan / YESS… Banjar Siap

YESS… Banjar Siap

Bertempat di ballromm hotel Dafam Banjarbaru, telah dilaksanakan kegiatan START-UP YESS PROGRAMME. Kegiatan tersebut berlangsung dari tanggal 7 sampai 9 Nopember 2019. Alhamdulillah Kabupaten Banjar merupakan salah satu kabupaten terpilih dari 15 kabupaten se Indonesia yang akan melaksanakan program YESS.  Ini merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah pusat kepada kabupaten Banjar, khususnya dalam bidang pembangunan pertanian. Tentunya Kabupaten Banjar tidak akan menyia-nyiakan amanah yang telah diberikan ini. Kabupaten Banjar mendukung penuh kegiatan program YESS dan siap untuk melaksanakan.

YESS Program (Youth Enterpreneurship and Emplyoment Support Services Programme) merupakan program pengembangan kewirausahaan dan ketenagakerjaan pemuda di sektor pertanian.

Program ini kerja sama antara Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD).

Melalui program ini akan dilahirkan wirausaha millenial dari sektor pertanian dan menciptakan wirausaha milenial tangguh dan berkualitas . Ini juga untuk menjawab permasalahan dibidang pertanian saat ini, yaitu semakin kurangnya petani muda yang mau turun di sektor pertanian. Tetapi sekarang, dengan kemudahan teknologi, dan daya kreativitas yang tinggi dari generasi milenial, peluang menjadi wirausaha sektor pertanian terbuka lebar.Kemampuan mengakses pasar, permodalan hingga kualitas SDM sering menjadi penghambat berkembangnya usaha mereka.

Melalui program YESS, akan terwujud regenerasi pertanian, meningkatnya kompetensi sumberdaya manusia dari perdesaan, meningkatnya jumlah wirausaha muda di bidang pertanian. Sehingga pertanian akan menjadi lapangan kerja menarik, prospektif dan menguntungkan, dan dapat berdampak pada penurunan angka pengangguran serta terjadinya urbanisasi.

Kehadiran Program YESS ini sangat mendukung dalam pengembangan sumberdaya manusia pertanian, dengan memberdayakan para pemuda tani untuk memanfaatkan sumberdaya alam pertanian di pedesaan, secara optimal, profesional dan menguntungkan.

Kegiatan START-UP YESS PROGRAMME untuk wilayah Kalimantan Selatan, dihadiri oleh Manajer NPMU, Manajer PPIU Kalimantan Selatan, Stakeholder Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan,Stakeholder tingkat kabupaten wilayah pelaksana program YESS, KTNA, Forum Komunikasi P4S, dan Pihak Perbankan Wilayah Kalimantan Selatan menghasilkan beberapa  rumusan sebagai berikut:

  1. Program YESS mendorong regenerasi petani melalui peningkatan kompetensi pemuda perdesaan. Tujuannya mengarahkan dan membentuk pemuda tani sebagai job creator dan job seeker pada sektor pertanian dari hulu sampai hilir melalui pekerjaan dan kewirausahaan.
  2. Tujuan secara umum meningkatkan pendapatan pemuda tani sehingga pemuda tani tidak beralih ke perkotaan untuk mencari pekerjaan lain.
  3. Wilayah pelaksanaan program YESS Provinsi Kalimantan Selatan berada di Kabupaten Banjar, Kabupaten Tanah Laut, dan Kabupaten Tanah Bumbu.
  4. Komponen YESS yang akan dijalankan yaitu: meningkatkan kemampuan dan kompetensi pemuda tani dalam bidang pertanian sehingga mampu bekerja atau berwirausaha dengan memanfaatkan sumberdaya yang ada di daerahnya sebagai potensi yang dapat dikelola, fasilitasi dan akses permodalan ke lembaga keuangan/perbankan yang berarti tidak ada bantuan modal namun mendidik pemuda untuk mendapatkan akses modal yang bank-able melalui pendampingan pembuatan proposal dan business plan, menciptakan kondisi lingkungan kerja yang kondusif dalam meningkatkan kompetensinya.
  5. Target pemuda tidak harus semua dari lulusan SMKPP dan Polbangtan, tetapi merupakan pemuda lulusan sekolah/perguruan tinggi lain ataupun pemuda putus sekolah yang berusia 17-40 tahun yang berminat atau sudah memiliki usaha di bidang pertanian bisa masuk menjadi peserta dalam program YESS.
  6. P r o j e c t d e s ain r e p o r t : kondisi awal, pertengahan, dan akhir. Tiga tahun pertama menentukan keberlanjutan program pada tiga tahun berikutnya.
  7. Sasaran program YESS adalah individu atau kelompok berjumlah 3-5 orang yang memiliki minat dalam bidang pertanian.
  8. Pengorganisasian Program YESS terdiri atas: 1). Tingkat Nasional: NPMU (Pusdiktan); 2). Tingkat Provinsi: PPIU (SMK-PP Negeri Banjarbaru); 2). Tingkat Kabupaten: DIT (Dinas yang membidangi Pertanian) dan DCT (BAPPEDA).
  9. PPIU melakukan koordinasi dan berhubungan dengan para stakeholder di provinsi dan kabupaten. 10. DIT bertugas menjalin komunikasi dengan LO kabupaten yang ada di PPIU dalam hal laporan kemajuan pelaksanaan seluruh kegiatan di kabupaten kepada LO, monitoring dan evaluasi kegiatan di kabupaten, menyiapkan data yang diperlukan PPIU tepat waktu.
  10. DIT akan berhubungan dengan LSM (mobilizer 4 orang) dan penyedia layanan usaha (PLUT, P4S, UKM) serta 27 orang pendamping per kabupaten.
  11. Peran bappeda sebagai DCT diketuai oleh kepala Bappeda mengkoordinasikan program antar dinas di kabupaten.
  12. Tim DIT dan DCT dibentuk di daerah melalui SK Bupati masing-masing Kabupaten yang berkoordinasi dengan PPIU.
  13. Bendahara Pengeluaran Pembantu dapat dibentuk dan bertanggung jawab di tingkat kabupaten untuk membantu bendahara pengeluaran di PPIU dalam hal keuangan program YESS.
  14. Pengadaan barang dan jasa terkait program YESS harus betul memberikan manfaat, pada prosesnya IFAD mengarahkan untuk pengadaan barang dan jasa harus menerapkan prinsi-prinsip administrasi, efisiensi (setiap rupiah harus memberikan manfaat), efektif (metode yang digunakan sesuai), dan terbuka (antar pihak tidak boleh ada karena unsur keluarga/pertemanan).
  15. AWPB mencakup perencanaan kegiatan, target, penanggung jawab, output, rencana pembiayaan, sampai rencana pengadaan yang diusulkan oleh DIT kepada PPIU dalam bentuk AWPB Provinsi yang kemudian diajukan ke NPMU untuk diteruskan ke IFAD.
  16. Rencana kegiatan pada tahun 2021 kabupaten dan provinsi (PPIU, DIT, dan DCT) harus siap, mengacu pada PIM, juknis, dan juklak yang akan selesai di akhir 2019.
  17. Monitoring dapat dilakukan oleh masyarakat, pemerintah (SMKPP/PPIU, Dinas Pertanian dan BPPSDMP), konsultan dan fasilitator.
  18. Monitoring dan evaluasi dilaksanakan dan dilaporkan secara bulanan, triwulan, semester, dan tahunan.
  19. Aspek yang dinilai dalam evaluasi meliputi pencapaian kinerja, pencapaian output, masalah yang dihadapi, upaya yang telah dilakukan, rencana tindak lanjut, dan rekomendasi perbaikan di masa mendatang.
  20. Harus ada manajemen risiko agar kegiatan dapat berjalan dan meminimalkan risiko yang mungkin terjadi pada saat pelaksanaan kegiatan.

Kiki

Check Also

SUKSESKAN SERASI, DINAS TPH KAB. BANJAR LAKUKAN GERAKAN PERCEPATAN TANAM

Dalam rangka mensukseskan program #SERASI di Kabupaten Banjar, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kab. Banjar …