NEWSTICKER
Home / Berita Utama / MENINGKATKAN SDM PETANI MILLENIAL MELALUI BIMTEK BUDIDAYA CABAI DENGAN SISTEM MULSA

MENINGKATKAN SDM PETANI MILLENIAL MELALUI BIMTEK BUDIDAYA CABAI DENGAN SISTEM MULSA

Kelompok Tani Haur Bunak merupakan Poktan Taruna Tani yang ada di Desa Pa’au Kecamatan Aranio Kab.Banjar yang beranggotakan para petani millineal dengan usia 18 – 35 tahun. Motivasi dan semangat yang tinggi menjadi modal utama mereka untuk memajukan pertanian di desanya. Adapun Jenis usaha yang sudah dilaksanakan budidaya cabai Besar dan Budidaya Tomat.

Berkat ketekunan dan kegigihan dari para Petani Millineal yang tergabung dalam Poktan Haur Bunak dalam berusaha tani di sektor hortikultura akhirnya pada bulan Oktober 2019 terpilih sebagai Kelompok Tani Hortikultura Terbaik II Tingkat Kab.Banjar. Atas penghargaan tersebut semakin menambah motivasi dan semangat untuk menjalankan usaha tani menjadi lebih baik lagi.

Pada bulan September 2019 Kelompok Tani Haur Bunak Desa Pa’au Kec. Aranio mendapatkan Program Pengembangan Cabai dengan Sistem mulsa Seluas 2 Ha dari Dinas tanaman Pangan dan Hortikultura Kab.Banjar. Program tersebut disambut antusias oleh anggota Poktan Haur Bunak. Rencana tanam pada awal musim hujan sekitar bulan November 2019.

Dalam mensukseskan Program Pengembangan Cabai dengan Sistem mulsa maka BPP Aranio bekerja sama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) provinsi Kalimantan Selatan yang di dukung oleh Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kab. Banjar mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) budidaya cabai dengan Sistem Mulsa di Desa Pa’au Kecamatan Aranio Kab.Banjar yang disampaikan oleh Ibu Lelya Pramudyani SP.MP, peneliti tanaman cabai dan bawang dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) provinsi Kalimantan Selatan.

Sasaran Bimtek ini untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan petani millineal tentang Budidaya cabai dengan sistem mulsa sehingga mereka dapat mempraktekkan dan harapannya dapat berhasil sampai panen dalam melaksanakan Program Pengembangan Cabai dengan Sistem mulsa.

Materi yang disampaikan kepada anggota Kelompok Tani Haur Bunak desa Pa’au yang diselenggarakan hari Kamis 17 Oktober 2019 , membahas budidaya cabai menggunakan mulsa yang benar sehingga tanaman cabai sehat dan berbuah lebat .Budidaya cabai menggunakan mulsa selain sanitasi lingkungan yang bersih juga dapat menekan ongkos produksi Tanaman cabai diantaranya benih cabai dalam luas 1 hektar hanya diperlukan sebanyak 250 gram atau seperempat ons dengan hasil maksimal dan mengurangi adanya serangan OPT.

Setelah penyampaian materi dilanjutkan dengan praktek pengolahan lahan dan pemasangan mulsa yang benar yang diikuti para anggota petani millenial dari Poktan Haur Bunak Desa Pa’au Kec.Aranio Kab.Banjar.

Menurut pakar cabai dan bawang itu, di desa Pa’au yang ditanam petani umumnya jenis cabai japlak lokal atau Lombok tiung lokal dan ini akan dijadikan varietas unggul lokal karena sudah beradaptasi dengan karakter tanah setempat .

Penjelasan peneliti cabai BPTP Ibu Lelya Pamudyani,SP, MP bahwa tanaman cabai di lahan kering kemiringan 15 derajat dengan suhu udara sedang sampai dataran rendah lahan kering dapat tumbuh baik asal perawatannya maksimal sesuai standar yakni mulai pengolahan lahan,pemupukan, memasang mulsa dan pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dilaksanakan sesuai anjuran.

Kalsel sudah berhasil meneliti cabai lokal untuk dijadikan cabai unggul lokal yakni cabai rawit Hiyung dari kabupaten Tapin dan tahun depan cabai rawit Sigantung dari Landasan Ulin Banjarbaru yang sedang dalam proses ,diharapkan cabai lokal jenis cabai rawit Tiung Aranio bisa dimuliakan menjadi cabai unggul lokal .

Informasi lain ,benih unggul hasil penelitian sebanyak 3000 tegakan di BPTP siap disalurkan dan tersedia benih biji sebanyak 49 kilogram ada di BPTP, cabe lokal jenis Hiyung dan bagi yang membutuhkan tinggal membuat surat permohonan ke BPTP dan persiapan penyaluran 2020.

Hasil dialog budidaya cabai di desa Pa’au umumnya lahan kering dan lebak ,disarankan untuk menggunakan cabai varietas lokal yang biasa ditanam karena sudah adaptasi dengan lahan sehingga petani sudah memahami karakternya.

Usai penyajian bimbingan teknis budidaya cabai ditandai penyerahan bantuan saprodi oleh Ir. Rijali Hadi ,MP mewakili kepala Dinas TPH Kab.Banjar kepada ketua Kelompok Tani Haur Bunak M.Saufian Noor. Pada kegiatan tersebut hadir juga para ahli dari BPTP Kalsel, Ir.Barnuwati peneliti pasca panen, Lelya Pamudyani SP.MP- peneliti cabai dan bawang, Faridathul dan siswa peserta magang dari SMK pertanian Buntok Kalimantan Tengah, Kordinator Bimtek BPTP Susanto,S.ST, mantri tani Kec. Aranio – Parmo serta para penyuluh pertanian BPP Aranio Kab.Banjar. (Retno- Anang Prayudi, S.ST )

Check Also

Hand Sanitizer, Air Bunga Mawar dan Melati Strategi Dinas TPH Kab. Banjar pertahankan perekonomian Petani Bunga disaat Pendemi Covid 19

Kabupaten Banjar merupakan Salah satu sentra pengembangan Melati dan Mawar di Indonesia bahkan satu-satunya di …