NEWSTICKER
Home / Berita Utama / SUKSES PROGRAM CETAK SAWAH “DANDIM MARTAPURA INGINKAN PETANI TANAM DUA KALI SETAHUN

SUKSES PROGRAM CETAK SAWAH “DANDIM MARTAPURA INGINKAN PETANI TANAM DUA KALI SETAHUN

MARATAPURA –
Terjawab sudah yang menjadi keluhan masyarakat kelompok tani Gawi Manuntung dan Karya Tani Desa Tajau landung selama ini adalah jika musim hujan maka areal pertaniannya banjir.

Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas pertanian TPH bersama TNI Kodim 1006/ Mtp
dan Kelompok Tani
menggelar Tanam Perdana Padi di Lokasi Cetak Sawah Kodim 1006/Martapura Desa Tajaulandung Martapura Selasa (27/11)

Komandan Kodim 1006/Martapura, Letkol Inf Muhammad Ghaffar Ngismangil.S.sos
Mengangkat tema Melalui Gerakan Tanam Serentak Lokasi Cetak Sawah di Wilayah Kodam VI/Mlw Kita Wujudkan Swasembada Pangan Nasional. Kegiatan di Desa Tajaulandung itu merupakan program lanjutan Cetak Sawah 2018 seluas seratus hektar dan khusus di Ray 2, seluas 30 hektar.

Kegiatan ini agar bisa memotivasi kelompok tani lebih produktiv lagi, dalam setahun bisa dua kali tanam. Selama ini menjadi keluhan kelompok tani hanya bisa satu kali tanam dalam setahun, dikarenakan saat musim hujan areal persawahan mereka tergenang.

” Iya menuturkan program Cetak Sawah ini merupakan program pemerintah dan menjadi harapan agar bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Desa Tajaulandung. Lahan sudah dibuka dan bisa ditanami sepanjang tahun agar pendapatan masyarakat bisa meningkat.

Hal ini juga di katakan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Banjar, M Fachry di jumpai usai mengikuti tanam padi bahwa salah satu upaya Pemkab Banjar untuk menambah atau memperluas areal sawah, dikarenakan setiap tahun berkurang karena alih fungsi lahan pertanian. Pihaknya terus menjaga Kabupaten Banjar agar tetep menjadi lumbung padi di Kalsel atau Kindai Limpuar.

“Kegiatan Tanam Perdana juga merupakan salah satu upaya Pemkab Banjar bersama Kodim 1006/Martapura dalam hal difersifikasi pertanian. Karena indikator keberhasilan dilihat dari cetak sawah, buhan hanya lahannya yang banyak dan diolah,” katanya.

Meski pihaknya  sering memdapat keluhan kendala dari kelompok tani di Desa Tajaulandung tidak bisa tanam dua kali dalam setahun karena jika musim hujan, air tergenang.

Berharap dengan sudah dibangungkannya tanggul dan saluran banjir yang biasa menggenangi lahan bisa dikendalikan, pihaknya juga sudah memberikan pompa untuk menyedot air yang tergenang tersebut.

“Sama halnya dengan harapan Dandim, mudah-mudahan kini bisa dua kali tanam dalam setahun,” tambah Fachry.(Rz/Lia)

Check Also

Plasma Nutfah Jenis Kasturi Di Kabupaten Banjar

Kalimantan Selatan memiliki keragaman plasma nutfah yang terdiri berbagai jenis flora dan fauna yang hidup …