NEWSTICKER
Home / Berita Utama / UPT Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Kab. Banjar Kembangkan Nenas Lokal Kalimantan Selatan

UPT Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Kab. Banjar Kembangkan Nenas Lokal Kalimantan Selatan

 

UPT Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BBTPH) Kab. Banjar pada hari rabu  yang lalu melakukan kunjungan ke Desa Mekar sari Kec. Mekar Sari Kab. Barito Kuala Provinsi Kalimantan Selatan dalam rangka pengembangan pembibitan/perbenihan, program Peningkatan ketahanan Pangan (Pertanian/Perkebunan). Pada kunjungan tersebut untuk mencari informasi tentang nenas mekar sari atau yang sering di kenal dengan Kanas Tamban ke salah satu petani yang membudidayakan kanas tamban ini, petani tersebut akrab disapa dengan pa Marjuni beliau merupakan ketua kelompok tani “Maju Dadi”. Pa Marjuni mengatakan bahwa nenas mekar sari ini lebih dikenal dengan sebutan nenas tamban/kanas Tamban padahal di Tamban sendiri tidak memproduksi nenas”. Nenas Tamban awalnya dibawa dari Bangka Belitung masyarakat Bangka menyebutnya “Quin Bangka”. Setelah melaksanakan kunjungan dan mengali ilmu tentang teknologi budidaya nenas tamban pihak UPT BBTPH Kab. Banjar antusias untuk menerapkan ilmu yang telah diperoleh. Pada hari selasa 14/11/2017 di lahan percobaan UPT BBTPH Kab. Banjar dilakukan penanaman 1000 batang nenas tamban, yang mana bibitnya didatangkan langsung dari Desa Mekar Sari Kab. Barito Kuala daerah asalnya karena bibit dari sini sudah di sertifikais oleh Balai pengawasan dan Sertifikasi Benih TPH Provinsi. Kalimnatan Selatan. Di lahan percobaan ini nenas ditanam di tanah yang ditinggikan atau yang sering disebut Surjan. Kepala UPT BBTPH Lily Marlina, SP ketika dikonfirmasi mengatakan “bahwa pihak balai benih melakukan penanaman 1000 bibit nenas mekar sari merupakan upaya untuk pengembangan buah lokal Kalimantan Selatan mengingat nenas tamban ini sudah dilepas dan mendapat SK varietas unggul nasional 2088/Kpts/SR.120/5/2009 oleh Kementerian Pertanian RI karena memiliki ciri khas manis dan sedikit ada asam-asamnya, sehingga bila dibandingkan nanas dari daerah lainnya, nenas tamban terasa lebih segar.
Pada penanaman ini dilakukan menggunakan sistem surjan karena di lokasi ini kalau musim penghujan bisa terendam air sehingga mirip topologi lahannya dengan Batola di daerah asalnya nenas tamban. Bibit nenas tamban ditanam dengan jarak tanam 40 x 60 Cm artinya 40 cm dalam barisan dan 60 cm antar barisan ditengah-tengahnya akan ditanami bibit jeruk siam Banjar sehingga nenas disini menjadi tanaman sela diantara pohon jeruk. Sengaja penanamannya pada jarak tanam yang rapat untuk menghindari buah jatuh/rebah ketanah dan juga untuk menghindari hama tikus. Kerapatan jarak tanam dapat menompang beban buah ketanaman sampingnya.
Pada kesempatan ini pula Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kab. Banjar Ir. Muhammad Fachry, MP mengungkapkan “tujuan penanaman 1000 batang nenas tamban ini sebagai pelestarian plasma nutfah, selain itu juga sebagai bahan percontohan kepada masyarakat bagaimana teknologi budidaya nenas sehingga bisa mendongkrak kesejahteraan masyarakat pertanian dan menyadarkan masyarakat untuk bekerja keras dan mencari inovasi untuk memanfaatan seluruh potensi alam yang ada di kabupaten Banjar ini. Salah satunya potensi agrowisata. (Desy/Nove/Riza.)

Check Also

Tingkatkan Produktivitas Petani, Dinas TPH Banjar Beri Pelatihan Perbanyakan Buah Eksotik Banjar

Kabupaten Banjar memiliki keragaman genetik buah Mangga Golongan Kasturi (Mangifera casturia Dilmiana) yang tinggi. Dinas …